Blusukan di Tangsel, Caleg Perindo Bahas Isu Anak hingga LGBT

Blusukan di Tangsel, Caleg Perindo Bahas Isu Anak hingga LGBT

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Calon anggota legislatif (Calon legislatif) DPR RI dari Partai Perindo, Erlinda, menyambangi daerah pemilihannya di Perumahan BPI, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu 3 November 2018 sore.

Dalam kunjungannya, eks Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini memaparkan rumor masalah utamanya perlindungan anak, dan bahaya penyebaran tingkah laku Lesbian, Gay, Biseksual, serta Transgender (LGBT).

“Kunjungan saya ini lebih dalam satu bentuk tanggung jawab, sebab saya ini kan bekas dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Sampai ini hari kan belumlah ada Komisi Perlindungan Anak Daerah,” katanya di Markas Komando Patriot Garuda Nusantara (PGN) Banten, Perumahan BPI Blok F14 Nomer 5, Pamulang.

Erlinda yang terdaftar menjadi Calon legislatif nomer urut 4 DPR RI dari Daerah Penentuan (Dapil) 3 Banten ini, mengutarakan fakta kenapa ia mundur dari KPAI serta pilih berusaha bersama dengan Partai Perindo menjadi anggota legislatif.

“Sampai kini kita tidak mendapatkan dukungan penuh untuk menjalankan program-program perlindungan anak. Pikirkan biaya saja kita setiap tahun cuma Rp13 miliar, paling akhir itu naik jadi Rp15 miliar. Walau sebenarnya bicara perlindungan anak itu banyak sekali pos-pos nya, ada di beberapa instansi serta Kementerian. Itu kenapa saya pilih berusaha di parlemen bersama dengan Partai Perindo, untuk memberi dukungan penuh usaha perlindungan anak di Indonesia,” tuturnya.

Menurut pemerhati anak ini, bukan tiada kemungkinan dianya berpengalaman memerjuangkan perlindungan anak dari beberapa kekerasan serta objek kejahatan seksual. Paling akhir, dianya mengakui sudah sempat dilaporkan ke tubuh HAM dunia oleh grup LGBT.

“Semenjak awal kita bersama di KPAI mengadakan kampanye, membuat tuntutan untuk menentang penyebarluasan tingkah laku LGBT. Bahkan juga saya sudah sempat dilaporkan ke Tubuh HAM dunia,” jelas Erlinda.

Baca Juga : Liverpool Puncaki Klasemen Usai Ditahan Imbang Arsenal

LGBT, sambung ia, adalah penyimpangan tingkah laku sex pada kepribadian serta agama. Bahkan juga dalam UU Perlindungan Anak serta KUHP, telah ditata bila lakukan persetubuhan, pencabulan, pelecehan pada anak ialah bentuk aksi yang bisa ganjaran pidana.

“Yang perlu untuk diketahui, kami tidak mendiskreditkan mereka yang pilih ada dalam grup itu (LGBT). Tetapi yang kami mengenai ialah jangan pernah tingkah laku itu menyebar ke orang yang lain, baik itu dengan perkataan, tindakan serta perilaku, sebab yang sangat rawan ialah pengaruhnya ke mereka yang masih tetap berumur anak-anak,” sambungnya.

Selanjutnya Erlinda mengutarakan, ia akan berusaha habis-habisan membuat perlindungan proses tumbuh-kembang anak-anak bila dipilih menjadi anggota DPR RI. Sebab bagaimana juga, produk kebijaksanaan serta biaya mesti digodok serta mendapatkan kesepakatan dari tubuh legislatif.

“Saya duga memberikan perlindungan pada anak itu perlu wadah yang semakin besar, sebab bila wadahnya kecil tidak akan membawa dampak berarti. Saya besar ikut di Tangerang, tetapi saya miris kenapa di tempat ini belumlah ada Komisi Perlindungan Anak Daerah, itu satu perihal yang akan saya perjuangkan,” tukasnya.

Sesaat, Panglima PGN Banten, Billy Laswin, memberi dukungan seutuhnya apakah yang dicita-citakan Erlinda dengan masuk bersama dengan Partai Perindo jadi calon anggota legislatif. Rekam jejak serta kemauan kerasnya, jadi magnet sendiri buat konstituen untuk memercayainya menjadi wakil rakyat.

“Kita kan independent, tetapi bila kita lihat figurnya baik, rekam jejaknya, tentu kita junjung. Kita simak visi-misinya kan bagus, sampai kini perjuangannya untuk konsentrasi pada perlindungan anak begitu kita hormati, penduduk luas juga paham mengenai itu,” katanya di tempat yang sama.

About the Author