Debat Capres untuk Pilpres 2019 Dinilai Telah Kehilangan Daya Tarik

Debat Capres untuk Pilpres 2019 Dinilai Telah Kehilangan Daya Tarik

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo memandang acara debat capres-cawapres untuk Pemilihan presiden 2019 sudah kehilangan daya tarik. Menurut dia perihal ini karena Komisi Penentuan Umum (KPU) sudah membuat ketentuan debat dengan menyerahkan pertanyaan ke calon satu minggu sebelum penerapan.

“Seperti ujian, KPU seperti dosen lebih pilih ujian ‘open book’. Perihal ini dapat turunkan apresiasi penduduk untuk melihat acara debat yang dalam beberapa waktu ini acara debat dilihat terpenting oleh penduduk,” tutur Karyono, Minggu (6/1/2019).

Walau sebenarnya, kata Karyono trend kenaikan minat orang untuk melihat acara debat tinggi serta ini adalah tanda positif perkembangan politik moderen di Indonesia. “Oleh karenanya, yang perlu dikerjakan KPU ialah meningkatkan acara debat lebih kreatif serta berkualitas, bukan membuat langkah mundur,” kata Karyo.

Baca Juga : Mobil Berisi 4 Penumpang Terbakar di Perimeter Bandara Soetta

Diluar itu Karyono pun menyayangkan sikap KPU yang tidak memfasilitasi penyampaian visi-misi pasangan capres-cawapres. Menurut dia penyampaian visi-misi calon presiden semestinya diprioritaskan supaya penduduk tahu arah pembangunan yang akan dikerjakan pada lima tahun ke depan.

“Penyampaian visi-misi malah begitu substansial serta terpenting dalam pertempuran politik moderen. Karena itu penyampaian visi-misi semestinya mendapatkan bagian paling besar dalam tingkatan pemilu. Tiap-tiap paslon butuh mengemukakan visi misi serta menjabarkannya berbentuk program serta prediksinya yang akan dikerjakan dalam lima tahun ke depan,” tuturnya.

“Akan tetapi semenjak waktu kampanye saat kira-kira tiga bulan ini malah ruang umum ini dipenuhi oleh cacian antar simpatisan. Penduduk dipenuhi dengan info hoax, hate speech serta propaganda yang bau sarkastik yang membuat pemilu hampir kehilangan intisari,” katanya.

About the Author