Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode, Partai Ini Usulkan Nama Cawapres

Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode, Partai Ini Usulkan Nama Cawapres

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Banyaknya partai politik yang mendukung Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang, membuatnya semakin kokoh di kursi RI 1. Hingga saat ini, Presiden Joko Widodo didukung oleh PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, PKB, Perindo, PSI dan PKPI. Dengan dukungan sebanyak itu, Presiden Joko Widodo diprediksi akan memenangkan Pilpres tahun depan.

Untuk memperkuat posisi Presiden Joko Widodo, Partai Rakyat yang dipimpin oleh I Ketut Tenang bersama anggota dan koalisinya menggelar Deklarasi Nasional Mendukung Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan tampuk kepemimpinannya pada periode 2019-2024 mendatang. Deklarasi Nasional ini berlangsung di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/7/2018).

“Saya bersama Partai Rakyat beserta koalisi sepakat dan memutuskan untuk mendukung Presiden Joko Widodo dan Sam Aliano sebagai cawapresnya pada periode 2019-2024,” ujar Ketua Umum Partai Rakyat, I Ketut Tenang di lokasi.

Sam Aliano yang juga hadir dalam acara deklarasi tersebut menerima amanah yang dipercayakan oleh Partai Rakyat dan koalisinya itu. Ia menyatakan siap mendampingi Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan program-program yang telah dicanangkan dan dijalankan sebelumnya.

Baca Juga : Polisi Bantah 3 Pemuda Lagi Asyik Nongkrong Dibacok Geng Motor

“Ini adalah suatu kehormatan buat saya dipercaya dan didukung untuk menjadi cawapres Pak Jokowi. Saya bersama Pak Jokowi akan menjalankan amanah rakyat, saling bersinergi dan sejalan demi bangsa dan negara Indonesia. Saya akan melanjutkan program Pak Jokowi untuk memberantas korupsi dan memperbaiki ekonomi,” tutur Sam Aliano.

Target awalnya bersama Presiden Joko Widodo adalah mengangkat martabat dan kepercayaan dunia terhadap mata uang Rupiah agar ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Sam Aliano berjanji akan membuat kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat semakin menguat, dari Rp 14.000 lebih per Dollarnya menjadi Rp 1,4 saja.

“Maksudnya agar dunia internasional percaya dengan mata uang Rupiah. Jika dunia tidak percaya dengan mata uang kita maka ekonomi Indonesia tidak akan baik. Di luar negeri orang ketawa jika tukar USD100 dengan Rp14.000. Mereka fikir bisa beli rumah mewah hanya dari menukarkan USD100 denganRp 14.000,” ucap Sam Aliano.

About the Author