Dortmund, dari Heavy Metal Football ke Modern Jazz

Dortmund, dari Heavy Metal Football ke Modern Jazz

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – MENGALAHKAN Atletico Madrid tidak pernah jadi pekerjaan gampang. Ditambah lagi, dapat bersenang-senang dengan cetak empat gol ke gawang pasukan Diego Simeone.

Tetapi, berikut yang dikerjakan Borussia Dortmund pada Kamis (24/10). Dortmund sukses menaklukkan Atletico pada matchday ke-3 Group A Liga Champions. Berikut jumlahnya gol paling banyak yang bersarang ke gawang Los Rojiblancos semenjak diatasi Simeone pada 2011 di semua arena yang dibarengi.

“Kami mesti memberikan selamat pada lawan kami,“ kata Simeone, sesudah laga. Walau kalah, pelatih dari Argentina itu tampak tidak menyesal. Ia malah memberi deretan pujian pada pasukan Lucien Favre.

Menurut Simeone, Dortmund bermain baik serta enak dilihat, mempunyai irama cepat, dinamis, serta efektif di muka gawang hingga kuasai jalannya laga. Kemenangan Dortmund dipastikan lewat gol Alex Witsel di menit ke-38, Raphael Guerreiro (73, 89), serta Jadon Sancho (83).

“Saya sudah lihat beberapa hal baik serta kami akan ambil pelajaran hasil dari ini,” ucap Simeone. Simeone memang tidak butuh memberi alasan berlebihan. Sebab, mereka bukan team pertama yang dipermalukan Dortmund.

Die Borussen belumlah tersentuh kekalahan dari 12 laga di semua arena tahun ini. Mereka ada di puncak klassemen Bundesliga dengan enam kemenangan serta dua imbang. Die Borussen ikut jadi team terproduktif dengan 27 gol sukses diciptakan.

Baca Juga : Akankah Marquez Jadi Legenda Honda, Ini Tanggapan Rossi

Tetapi, dari tujuh laga paling akhir di semua arena, Dortmund sukses mengoleksi 30 gol serta cuma kebobolan lima gol. “Kami menaklukkan team besar. Jelas ini ialah suatu,” tandas Favre. Semua sukses Dortmund tidak terlepas dari sentuhan Favre yang dihadirkan musim ini.

Pelatih dari Swiss itu sukses membuat Dortmund ada dalam jalan persaingan perebutan titel juara. Diluar itu, Die Borussen telah mempunyai warna baru dari bagian permainan.

Bila awal mulanya Dortmund sukses dengan “heavy metal football” di masa Juergen Klopp mainkan, menurut alat Jerman, Favre mainkan sepak bola perasaan moderen jazz. Terdapat beberapa ruangan untuk improvisasi serta ekspresi perorangan, tetapi masih dalam kerangka yang terdefinisi dengan baik untuk pastikan semua sisi pas dengan serasi.

Dengan beberapa orang seperti Marco Reus serta Achraf Hakimi, Dortmund mempunyai kombinasi pada pemain muda serta memiliki pengalaman. Dortmund sekarang mempunyai Jacob Bruun Larsen, Christian Pulisic, Axel Zagadou, Achraf Hakimi, Manuel Kanji, serta Maximilian Philipp.

Dortmund mempunyai umur rata-rata 24,7 tahun dalam starting line-up mereka. Akhirnya, ialah team yang solid di belakang, umpan cepat, pergerakan tajam, serta finishing mengagumkan.

“Tentu saja arah kami ialah bangun team yang bisa memenangi titel dalam periode panjang, saya bisa menjelaskannya dengan jelas. Tetapi, kadang perlu dua atau tiga tahun,” tandas Favre.

About the Author