Duel Maut ala Gladiator Siswa SMP Bogor Digagas Alumnus

Duel Maut ala Gladiator Siswa SMP Bogor Digagas Alumnus

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Pertarungan ala gladiator yang menewaskan siswa SMP berinisial MIS (13) di Kota Bogor digagas para alumnus dari masing-masing sekolah yang akan bertarung. Penyidik Polres Bogor Kota hingga kini masih memburu dua pelaku lain dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya mengungkapkan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh pelaku yang ditangkap diketahui MIS tewas karena pertarungan ala gladiator. “Perkelahian ini digagas oleh para alumni masing-masing sekolah. Jadi, sebelum ‘acara’ dimulai mereka para alumnus ini janjian mencari tempat dan petarungnya,” ungkap Agah pada wartawan Kamis, 3 Agustus 2018 malam tadi.

Agah melanjutkan, setelah para almunus tersebut mendapatkan tempat dan peserta pertarungan, mereka dipertemukan untuk berkelahi. Saat kejadian korban dan dua temannya belum sempat membekali diri dengan senjata tajam.

“Dari pengakuan para pelaku, ternyata ‘acara’ ini sudah kesekian kali, tapi baru kemarin Selasa, 31 Juli 2018 malam saja perkelahiannya memakai senjata tajam,” ujarnya.

Baca Juga : Tidak Ada CR7 di International Champions Cup (ICC) 2018

Agah menuturkan, perkelahian tiga lawan tiga tersebut tak seimbang, karena kubu korban hanya membawa satu senjata tajam berupa samurai. Maka perkelahian hingga menelan korban jiwa tak terhindarkan.

“Kelompok lawannya sudah membawa senjata tajam semua. Jelas tak seimbang, saat itu juga korban dikeroyok dan meninggal. Ada satu teman korban berinisial FR juga mengalami luka berat dan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit karena kondisinya kritis,” tuturnya.

Seorang pelajar salah satu SMP berinisial MIS (13) yang tewas diduga akibat tawuran pelajar di belakang Terminal Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa, 31 Juli 2018 malam lalu, ternyata korban perkelahian ala ‘gladiator’. Hal tersebut terungkap setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menangkap tujuh dari sembilan pelaku masing-masing berinisial FR (13), MP (13), RH (16), MF (14), PM (16), KN (16) dan IJ (21).

About the Author