Hadapi Perang Tagar, Literasi Masyarakat Harus Ditingkatkan

Hadapi Perang Tagar, Literasi Masyarakat Harus Ditingkatkan

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Pihak Kepolisian disuruh waspada menanggapi serta mengatasi perang tagar di sosial media. Jika Polisi salah langkah, karena itu muka pemerintah dapat tercoreng.

Direktur Eksekutif Indonesia New Media Watch Agus Sudibyo menyampaikan, perang tagar di sosial media sebenarnya meruapkan sisi dari fasilitas masukan, beradu ide dan cerminan dari kebebasan berekspresi. Demokrasi berjalan jika ada masukan. Demokrasi juga jamin kebebasan berekspresi.

“Apa hastag itu dapat ditindak dengan hukum? Polisi mesti waspada dalam menindaklanjuti hak memiliki pendapat semua pihak, baik oposisi ataupun pro pemerintah mesti dilindungi,” kata Agus dalam diskusi bertopik Masalah Tagar di Cikini, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Agus minta Kepolisian untuk waspada. Menjadi sisi dari bentuk kebebasan berekspresi, perang tagar pada oposisi serta pro Jokowi tidak dapat demikian saja diberangus.

Baca Juga : Bantu Korban Gempa, Produk OK OCE Ikut Dilelang

“Perlakuan terlalu berlebih pada #2019GantiPresiden akan berefek negatif pada pemerintah Jokowi yang telah diketahui menjadi rezim yang jamin kebebasan berekspresi,” kata Agus.

“Bahkan juga kebebasan mengkritik Ahmad Dani serta Neno Warisman harus juga dilindungi. Jika masukan mereka terlalu berlebih, silahkan ditindak sesuai dengan hukum,” tambah Agus.

Agus meramalkan, perang tagar akan tidak berhenti kurun waktu dekat. Mendekati Pemilu sampai hari penentuan kelak, kata Agus, posisi massa kita akan disesaki dengan perang tagar. Karena itu, Agus menggerakkan ada penambahan literasi buat publik. Hal tersebut dikerjakan supaya publik tidak mudah terbawa dalam arus debat kusir di sosial media.

About the Author