Narkoba Seharga Rp3 Miliar Gagal Diselundupkan ke Klub Malam

Narkoba Seharga Rp3 Miliar Gagal Diselundupkan ke Klub Malam

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Dalam tempo dua minggu, petugas Polres Tangerang Selatan (Tangsel), menggagalkan peredaran sabu jaringan Malaysia sejumlah Rp3 miliar lebih.

Sabu dengan berat 2,5 Kg lebih ini, untuk dipasok ke beberapa tempat hiburan malam yang berada di Jabodetabek. Tidak hanya sabu, petugas ikut menggagalkan beberapa ratus butir pil ekstasi serta bahagia five dari tiga aktor.

“Ada tiga aktor yang sukses kami tangkap dari beberapa tempat terpisah,” kata Kapolsek Tangsel AKBP Ferdy Irawan waktu lakukan jumpa wartawan di Mapolres Tangsel, Rabu (28/11/2018).

Terduga pertama, yaitu Epul, diamankan di Bogor. Dari tangannya, polisi mengambil alih sekitar 136,75 gr sabu. Ke-2, Gogo, masyarakat Tebet, Jakarta Selatan. Dari tangannya, polisi mengambil alih 1 Kg lebih sabu.

“Terduga ke-3, yaitu Penyom, kami tangkap di Serua, Ciputat, Kota Tangsel. Dari tangannya, kami mengambil alih sabu seberat 801 gr sabu, ekstasi 94 butir, serta pil bahagia five sekitar 95 butir,” sambung Kapolres.

Sabu yang sukses ditangkap itu, sambung Ferdy, mempunyai kualitas terunggul. Tiap-tiap 1 gramnya, sabu di jual seharga Rp1,5 juta. Tengah per butir pil ekstasi serta bahagia five di jual ke penduduk seharga Rp500 ribu.

“Ke-3 terduga ini berlainan jaringan, serta disibak dalam kurun waktu 2 minggu paling akhir. Pada jaringan beberapa terduga ini masih tetap kita bangun,” papar Ferdy.

Baca Juga : Antar PSG Kalahkan Liverpool, Neymar : Saya Belum 100 Persen

Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Kresno Wisnu Putranto memberikan, terduga Gogo adalah bandar sabu jaringan Malaysia. Ia adalah salah satunya bandar besar yang sudah beroperasi lama.

“Tujuan pasar mereka banyak, serta waktu dikerjakan kontrol, mereka mengakunya baru jual sabu setahun paling akhir. Tetapi kami tidak yakin,” tuturnya.

Terduga Gogo, membawa sabu dari Malaysia dalam paket plastik tea China, lewat jalan laut. Terduga, disangka masih tetap satu jaringan dengan pengedar sabu yang tersingkap di Medan, Aceh, serta Banten.

“Peredarannya sejumlah besar dalam tempat hiburan malam. Saat ini masih tetap di dalami jaringan luar negerinya. Tapi disangka dari Malaysia. Akan tetapi, apa masuk jaringan yang sama masih tetap kami dalami,” tuturnya.

Beberapa terduga ini, sambung Wisnu, cukuplah gesit. Seperti terduga Penyom contohnya. Pria asal Serua ini, telah masuk tujuan lama. Akan tetapi, baru dapat diamankan.

“Mereka kami gunakan masalah menjadi beberapa pengedar serta dijaring Masalah 114 ayat 2, serta Masalah 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 Mengenai Narkotika, dengan pidana penjara 5 tahun, serta seumur hidup,” ujarnya.

About the Author