Penggusuran Rumah Tinggal di Batu Ceper, Warga-Petugas Saling Pukul

Penggusuran Rumah Tinggal di Batu Ceper, Warga-Petugas Saling Pukul

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Penggusuran pemukiman masyarakat di Batu Jaya Utara, RT 03/03, Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, mendapatkan perlawanan dari yang tinggal di rumah. Mereka memprotes sebab penggusuran dikerjakan tanpa ubah rugi dair Pemerintah Kota Tangerang.

Perlawanan awal dikerjakan oleh seseorang ibu bernama Reni. Sekalian menggendong anaknya, ia berupaya menghambat alat berat yang akan merusak tempat tinggalnya. Tindakan ibu ini kontan mendapatkan proses dari petugas.

“Saya tidak paham lagi mesti geser ke manakah, sebab penertiban tiada dibarengi dengan uang ubah rugi. Saya telah tinggal di sini, jauh sebelum sekolah itu ada,” tutur Reni di tempat penggusuran, Rabu (3/10/2018) siang.

Seseorang ibu bernama Reni berupaya menghambat alat berat yang akan merusak tempat tinggalnya.

Tidak hanya berupaya menghambat mesin berat, masyarakat juga membuat pagar manusia. Akan tetapi tindakan masyarakat dibubarkan oleh petugas Satpol PP, hingga tindakan sama-sama dorong pada masyarakat dengan petugas tidak terhindari. Petugas bahkan juga mengamankan ejumlah masyarakat yang menantang. Tindakan petugas ini kembali membuat perlawanan masyarakat makin seru di tempat.

Sofyan, masyarakat yang lain mengakui, dalam gesekan itu dianya alami luka lecet dibagian kaki karena ditendang oleh petugas Satpol PP. Menurutnya, ada seputar 15 masyarakat yang sudah sempat ditangkap akan tetapi pada akhirnya dilepaskan oleh petugas.

Baca Juga : Menang Tipis, Ancelotti Senang Bisa Permalukan Klopp

“Barusan memang masyarakat telah sama-sama dorong, mulai gesekan. Puncaknya sesudah gesekan, sampai beberapa ada yang baku hantam. Ada yang luka memar di perut serta kaki, banyak pula yang terluka,” ucap Sofyan.

Selain itu, Camat Batu Ceper Nurhidayatullah yang ada di tempat mengatakan, penggusuran dikerjakan sebab masyarakat yang menempati tempat itu tidak mempunyai sertifikat serta ada di tempat punya Pemkot Tangerang.

“Pada masyarakat sudah disediakan rusunawa, tidak ada uang kerahiman. Sesudah ditertibkan, tempat ini akan dipakai untuk pelebaran SDN 1 Batu Ceper,” terangnya.

Keadaan bangunan rumah masyarakat sesudah diratakan dengan tanah.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana, memberikan, ada empat bangunan di tempat yang diratakan dengan tanah. Bangunan itu dihuni 10 KK sejumlah 35 jiwa, termasuk juga wanita serta 12 anak-anak.

“Bangunan diatas tempat seluas 380 mtr. persegi ini punya pemerintah serta gagasannya akan dipakai untuk melebarkan bangunan SDN 1 Batu Ceper,” kata Mumung.

Sekurang-kurangnya ada seputar 150 petugas yang diturunkan dalam penggusuran itu. Terbagi dalam unsur TNI/Polri serta petugas Satpol PP Kota Tangerang. “Sebelum eksekusi, kamu telah lakukan pendekatan serta masyarakat telah mengaku jika tempat itu punya pemerintah yang terdaftar menjadi asset daerah,” pungkasnya.

About the Author