Setubuhi Pacar, Remaja di Bogor Dianiaya hingga Tewas

Setubuhi Pacar, Remaja di Bogor Dianiaya hingga Tewas

Bandar Ceme, Agen Poker Online, Agen Domino QQ Capsa Susun – Seseorang remaja, Asep (27) masyarakat Kampung Pano’ongan, RT 02/04 Desa Kampung Sawah, Rumpin, Kabupaten Bogor, diketemukan meninggal di Jalan Raya Rancabungur-Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis 4 Oktober 2018 kemarin. Terakhir didapati jika korban dianiaya sekumpulan orang sebab tidak terima Asep sudah menyetubuhi kerabat mereka.

“Waktu diketemukan, badan korban penuh dengan luka benda tumpul pada bagian belakang kepala, mulut robek di samping kanan serta dada lebam dengan tulang rusuk patah 3 buah serta menyerang jantung,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, dalam info persnya, Jumat (12/10/2018).

Selanjutnya dia mengutarakan sesudah dikerjakan penyelidikan serta penyidikan, mayat yang diketemukan kenakan pakaian pakaian koko serta sarung itu didapat jati diri korban. “Waktu itu ikut kita kerjakan peningkatan, akhirnya satu orang terduga berinisial HS (40) masyarakat Desa Karikil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor sukses diamankan,” tuturnya.

Sesudah itu, lanjut ia, terduga mengakui lakukan penganiayaan serta pembunuhan tidak sendiri tetapi dibantu lima orang yang lain. “Lima aktor yang lain kita tangkap di Desa Karikil Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor berdasar pada hasil peningkatan nyatanya motif pembunuhan itu ialah sakit hati,” katanya.

Baca Juga : Juventus Geregetan Angkat Trofi Liga Champions

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi menjelaskan terduga pertama kita tangkap di Desa Masa lalu, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Terduga adalah orangtua kekasih korban. Aktor menghabisi nyawa korban sebab sakit hati karena tidak sepakat anaknya dipacari korban serta sudah disetubuhinya,” katanya.

Untuk memuluskan kemauan jahatnya, aktor dibantu dengan anak yang lain memancing korban untuk hadir ke rumah terduga, lalu dibunuh serta dibuang dalam tempat pembuangan sampah.

“Tanda bukti yang ditangkap yakni baju korban, 2 (dua) buah handphone, Palu (DPB). Mengenai masalah yang akan dipakai yakni Masalah 55 (1) Jo 338 serta atau 340, serta atau 351 (3) KUHP,” tuturnya.

About the Author